Hear Me (2009)

hear_me-p1
Sumber foto

Yang-yang (Ivy Chen) adalah seorang perempuan cantik yang juga mempunyai kakak cantik namun tidak bisa mendengar dan bicara, Xiao Peng (Michelle Chen). Sang adik harus meluangkan waktunya untuk mempelajari bahasa isyarat demi kelancaran untuk berkomunikasi dengan sang kakak. Ayah mereka adalah seorang misionaris dan ibu mereka telah tiada, oleh karena itu mereka hanya tinggal berdua di rumah kontrakan. Cita-cita Xiao Peng hanyalah menjadi pemenang Olimpiade renang. Maka dari itu, dengan ambisinyan yang kuat ia tak henti-hentinya berlatih berenang dan menjadi anggota klub renang khusus penderita tunarungu dan tunawicara.

Sebagai satu-satunya keluarga terdekat, Yang-Yang diberi tanggung jawab oleh Ayahnya untuk menjaga kakaknya. Ia bekerja sebagai street performance demi memenuhi kebutuhan hidup mereka berdua sehari-hari. Yang-Yang selalu menyempati dirinya untuk mengunjungi kakaknya yang sedang latihan renang sebelum ia memulai bekerja. Semua anggota klub renang berlangganan Meal-box milik cowok cakep bernama Tian Kuo (Eddie Peng). Di tempat itu untuk pertama kalinya mereka bertemu. Tian Kuo terpesona melihat Yang-Yang.

hearme3
Sumber foto

Awalnya Tian Kuo mengira Yang-Yang juga seorang Tunawicara, maka dari itu saat ia mencoba untuk berkomunikasi dengannya, ia menggunakan bahasa isyarat. Pria yang sedang jatuh cinta pasti berusaha untuk mendapatkan cintanya dari orang yang ia sukai. Sejak saat itu mereka jadi sering bertemu dan Tian Kuo selalu mentraktirnya dan membuat Yang-Yang merasa tidak enak dan berjanji akan membalas traktiran Tian Kuo.

Suatu hari, mereka pergi ke sebuah tumah makan. Yang-Yang berniat untuk membayar semua makanan kali itu, namun semua uang yang terkumpul berupa recehan. Karena kedai tersebut tidak begitu besar dan sudah banyak orang yang menunggu, maka tanpa pikir panjang Tian Kuo merogoh kantongnya dan membayar semuanya di kasir. Kebaikan Tian Kuo tidak ditanggapi baik oleh Yang-Yang, ia merasa tersinggung dan kecewa karena merasa hasil jerih payahnya tidak dianggap oleh Tian Kuo.

***

Sebagian besar percakapan pada film ini dilakukan dengan menggunakan bahasa non-verbal. Sebagai penonton, saya menjadi tertarik untuk mempelajari bahasa ini. Saat berkomunikasi, mimik wajah dan gerak tubuh terlihat lebih ekspresif.

Setiap film pasti selalu ada konflik di dalamnya. Tema film ini memang sangat umum, yaitu (lagi-lagi) tentang percintaan. Tapi yang membuat film ini lebih hidup justru dari cara mereka berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat. Saya salut untuk semua pemeran dengan akting mereka yang totalitas berperan sebagai Tunawicara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s